Senin, 21 Mei 2012

Pakaian Lebaran


Saat itu
Aku ingin sekali tertawa membaca emailmu
Tapi percuma juga karena kau tak melihatnya
Jadi, aku hanya tersenyum-senyum sendiri sambil membubuhkan icon senyum J diawal dan akhir balasan emailku untukmu.


Saat ini
Aku ingin sekali menangis membaca email-email kita dulu
Tapi takut kau melihatnya dari atas sana dan bersedih untuk ku
Jadi, aku hanya tersenyum sembunyikan rindu sambil terus berdo’a agar kau disana baik-baik saja


Tuan,
Kau pernah berjanji di “Pakaian Lebaran”mu padaku
Pun kau pernah memintaku untuk mengingatkan dan menagih janji itu
Kapanpun aku siap dan mau
…..
Hari ini
aku disini mengingatkanmu
Pakaian lebaran yang kau buat khusus untuku
bukan untuk menagih janji
Tapi untuk membebaskanmu dari janji


Tuan,
Sungguh terimakasih untuk semua waktu
Yang pernah kau untai bersamaku
Dan ini aku berjanji
untuk selalu tersenyum
Hadapi hidup apapun rasanya
Pun aku ingin kau berjanji
Baik-baiklah diatas sana
Damailah dikedamaian abadimu…




Dak, 18 mei 2012




ooOOO Pakaian Lebaran OOOoo


Lipatan kain kenangan yang berkerut hampir lusuh
lembab dihujani merah-marah yang tercurahkan
terajut sudah jadi pakaian lebaran


percayalah akan tetap kukenakan sebagai pakaian kebesaranku
aku akan setia menjadi tungganganmu
hingga sampai kau rebut kembali kekuasaanmu
yang pernah hilang oleh penghianatan


adis, sesetan-denpasar-bali 19 des 07

Tidak ada komentar:

Posting Komentar